Tren Ekspor Produk Digital Indonesia: SaaS, Game, hingga Jasa Desain. (Foto: Ilustrasi)

Permintaan global terhadap komoditas konvensional seperti batubara, nikel, dan CPO mengalami penurunan. Melihat situasi ini, Indonesia mulai memperkuat ekspor di sektor non-fisik, terutama produk digital. Produk seperti perangkat lunak (SaaS), game mobile, hingga layanan desain grafis dan branding semakin diminati pasar luar negeri. Ekspor digital pun membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar internasional.

Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company (2025), sektor digital Indonesia tumbuh pesat hingga 9,5%, dengan kontribusi signifikan dari ekonomi kreatif berbasis digital. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong peningkatan ekspor jasa digital sebagai bagian dari strategi diversifikasi neraca perdagangan nasional.

Produk SaaS Lokal Tembus Pasar Global

Tren Ekspor Produk Digital Indonesia: SaaS, Game, hingga Jasa Desain. (Foto: Ilustrasi)

Salah satu segmen dengan pertumbuhan pesat adalah SaaS (Software as a Service). Startup seperti Jubelio, Mekari, RunCloud, hingga Majoo telah memasarkan layanan mereka tidak hanya untuk UMKM lokal, tapi juga untuk pelaku bisnis di Asia Tenggara, bahkan Timur Tengah. Produk seperti software akuntansi, POS, manajemen inventori, hingga layanan HR berbasis cloud kini mudah diakses dari mana saja.

Keunggulan model SaaS terletak pada skala yang bisa diperluas global tanpa batas fisik, serta biaya yang kompetitif. Menurut laporan McKinsey Digital ASEAN 2025, Indonesia menjadi salah satu penyedia jasa digital dengan potensi ekspor terbesar di kawasan, terutama karena biaya SDM yang efisien dan ekosistem digital yang mulai matang.

Baca Juga: Rencana Pajak untuk Influencer, Afiliasi, dan Penjual Live Shopping

Industri Game Lokal Tak Lagi Disepelekan

Game digital buatan anak bangsa juga makin menunjukkan taringnya. Developer seperti Agate, Toge Productions, dan Gambir Studio berhasil menembus pasar internasional melalui platform seperti Steam, Nintendo Switch, dan PlayStation Store. Beberapa game buatan Indonesia bahkan masuk dalam radar publisher global dan ditampilkan di pameran seperti Tokyo Game Show dan Gamescom.

Data dari Asosiasi Game Indonesia (AGI) menunjukkan bahwa nilai ekspor game lokal meningkat lebih dari 38% di tahun 2024, dan tren ini terus naik di 2025. Dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat program Baparekraf Game Prime juga mempercepat pertumbuhan industri ini.

Jasa Kreatif & Desain: Ekspor Talenta yang Tak Terlihat

Selain software dan game, ekspor jasa desain grafis, UI/UX, ilustrasi, hingga branding juga mengalami pertumbuhan signifikan. Marketplace jasa seperti Fiverr, Upwork, 99Designs, hingga Sribu dan Kreavi menjadi kanal utama bagi kreator lokal untuk menawarkan jasanya ke klien internasional.

Menurut Laporan Ekonomi Kreatif 2025 oleh BEKRAF, subsektor desain dan komunikasi visual menyumbang lebih dari 17% dari total ekspor jasa kreatif digital, naik dari 12% pada tahun sebelumnya. Negara-negara seperti Australia, Jepang, dan Singapura menjadi pasar utama karena permintaan tinggi atas layanan desain berkualitas dengan harga bersaing.

Dukungan Regulasi dan Infrastruktur Digital

Pemerintah juga mulai membuka jalan bagi ekspor produk digital dengan memberikan berbagai insentif dan regulasi pendukung. Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) menjadi dasar hukum utama bagi pelaku usaha digital. Regulasi ini memberikan landasan legal untuk merambah pasar global secara lebih aman dan terstruktur.

Digitalisasi sistem ekspor melalui INSW (Indonesia National Single Window) turut mempercepat proses perizinan ekspor. Sistem ini juga mencakup produk non-fisik, termasuk produk digital. Lembaga seperti LPEI (Indonesia Eximbank) bahkan sudah mulai mempertimbangkan dukungan pembiayaan untuk produk jasa digital yang berorientasi ekspor.

Baca Juga: Cara Mengubah Tren Konsumen Menjadi Peluang Bisnis

Ekspor Tak Harus Berbentuk Fisik

Tren ekspor produk digital Indonesia membuktikan bahwa nilai ekspor tak lagi harus dalam bentuk kontainer atau kiriman fisik. Lewat internet dan platform digital, anak muda Indonesia bisa “mengirimkan nilai ekonomi” ke luar negeri dalam bentuk layanan, kreativitas, dan teknologi.

Ekspor digital berpeluang menjadi andalan baru dalam struktur perdagangan Indonesia ke depan. Hal ini didorong oleh dukungan ekosistem yang tepat, talenta yang melimpah, dan regulasi yang semakin mendukung. Bagi pelaku usaha kreatif, inilah saat terbaik untuk naik kelas dan go global tanpa harus meninggalkan meja kerja.

Related Posts

No related posts found.