Ordonesia turut mengambil peran aktif dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dengan mewakili entrepreneur Tanah Air dalam pertemuan strategis bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Dalam forum tersebut, Ordonesia diwakili langsung oleh Mohamad Iqbal, yang hadir membawa perspektif pelaku ekosistem bisnis digital Indonesia.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara entrepreneur Indonesia dan perwakilan negara di luar negeri, yang bertujuan membuka peluang kolaborasi lintas negara serta memperkuat posisi pelaku usaha nasional di pasar global, khususnya Amerika Serikat.
Entrepreneur sebagai Mitra Diplomasi Ekonomi

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dwisuryo Indroyono Soesilo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, bersama enam inisiator Nusantara Innovation Hub yang mewakili ekosistem entrepreneur dan inovasi Indonesia. Keenam tokoh tersebut adalah Ray Rizaldy, Mohamad Iqbal, Mukit Hendrayatno, Anita Ratna Faoziyah, Heri Susanto, serta Lucky Hatreztyo.
Kehadiran para inisiator ini menegaskan bahwa dialog yang berlangsung tidak bersifat simbolik, melainkan representasi langsung dari pelaku ekosistem inovasi Indonesia yang tengah mendorong kolaborasi global, khususnya dengan pasar Amerika Serikat.
Mohamad Iqbal menekankan pentingnya keterlibatan entrepreneur sebagai mitra strategis negara dalam diplomasi ekonomi. Menurutnya, pelaku usaha berada di garis depan dalam menghadapi tantangan ekspansi global. Tantangan tersebut mencakup adaptasi pasar, regulasi lintas negara, hingga kesiapan ekosistem pendukung.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan pola diplomasi ekonomi Indonesia, di mana dialog tidak hanya bersifat antarnegara, tetapi juga melibatkan pelaku bisnis sebagai penyampai kebutuhan dan peluang nyata di lapangan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kolaborasi.
Baca Juga: State of Commerce Indonesia 2026: Perilaku Belanja Baru Gen Z & Millennial
Keterkaitan dengan Ekosistem Inovasi Nusantara
Saat ini, Indonesia tengah mendorong pembentukan ekosistem inovasi yang terintegrasi, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi ekonomi nasional. Nusantara diposisikan sebagai simbol dan laboratorium masa depan inovasi Indonesia, di mana startup, korporasi, dan pemerintah dapat berkolaborasi secara setara.
Partisipasi Ordonesia dalam pertemuan diplomatik di AS menjadi perpanjangan dari narasi tersebut. Ekosistem yang dibangun di dalam negeri perlu terhubung dengan jejaring global agar startup dan entrepreneur Indonesia mampu bersaing, beradaptasi, dan tumbuh berkelanjutan di pasar internasional.
Dialog dengan Dubes RI untuk Amerika Serikat
Pertemuan tersebut berlangsung menegaskan komitmen perwakilan Indonesia di Amerika Serikat untuk membuka akses dan jejaring bagi entrepreneur nasional. Diskusi mencakup peluang kerja sama di sektor teknologi, inovasi digital, serta potensi kolaborasi dengan investor dan mitra strategis di AS.
Dalam forum ini, Ordonesia menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang berorientasi jangka panjang. Fokusnya tidak hanya pada pertumbuhan cepat, tetapi juga pada keberlanjutan dan inklusivitas. Perspektif tersebut mencerminkan peran Ordonesia sebagai ecosystem builder yang menjembatani kepentingan bisnis dan visi pembangunan nasional.
Baca Juga: Dark Patterns atau Brilliant Marketing? Mengupas Gaya Penjualan ‘Blind Box’ Pop Mart yang Meledak
Memperkuat Posisi Entrepreneur Indonesia di Panggung Global
Ordonesia berkontribusi pada upaya memperkuat daya saing nasional. Sejalan dengan semangat pembangunan ekosistem inovasi berkelanjutan, langkah ini menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia ditentukan oleh kolaborasi antara negara, pelaku usaha, dan mitra global.
Ke depan, peran aktif entrepreneur dalam diplomasi ekonomi diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem bisnis Indonesia yang inklusif dan inovatif. Kolaborasi antara negara dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional.
